Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Suntikan Tanpa Rasa Sakit untuk Penderita Diabetes, Bagian 3 dari 3

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Saat saya berada di Spanyol bertahun-tahun yang lalu, salah satu gigi saya sakit dan saya pergi ke dokter. Saya sudah berada di kursi dokter gigi, siap untuk si dokter memperbaiki gigi saya. Setiap kali saya pergi ke dokter gigi, tidak hanya kali itu tetapi juga di lain waktu – berkali-kali, kapan saja – dan di klinik dokter gigi lainnya, atau dokter mana pun, saya membawa beberapa hadiah, seperti makanan vegan dan buah-buahan segar, cukup banyak, karena saya pikir mereka bekerja sangat keras, para dokter dan para perawat dan semua itu. Jika kebetulan berada di rumah sakit atau mengunjungi dokter, saya hanya ingin menunjukkan rasa syukur saya atas kerja keras yang telah mereka lakukan selama belajar di universitas, selama masa magang, dan juga selama masa praktik. Mereka bekerja sangat keras. Mereka menyelamatkan nyawa, meringankan rasa sakit kalian, dan membuat hidup kalian nyaman.

Bahkan jika kalian menghukum diri sendiri, membuat diri kalian sakit karena makan berbagai hal yang buruk, seperti daging insan-hewan yang dibunuh dan segala macam hal – alkohol, narkoba, rokok, dan semua itu – mereka tidak pernah keberatan, mereka selalu berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan kalian, membuat kalian pulih dan merasa lebih nyaman. Mereka tidak pernah menolak kalian karena kalian makan makanan yang buruk, memakai narkoba, atau hal-hal semacam itu. Tapi tolong jaga diri kalian baik-baik. Jauhilah semua bahaya yang baru saja saya sebutkan dan bahkan yang lainnya. Alkohol, narkoba, rokok, atau hal-hal lainnya yang seperti itu, dan terutama daging insan-hewan yang dibunuh atau insan-hewan liar yang diburu dan diteror seperti insan-rusa atau -rubah. Semua ini adalah racun bagi tubuh suci, tubuh sakral kalian, yang merupakan kuil TUHAN dan para Buddha. Jagalah diri kalian dengan baik.

Jadi saat itu, saya sedang berbaring di kursi. Saya sedang menunggu anestesi atau semacamnya bereaksi. Dan saya membeli beberapa buah, banyak buah, berbagai macam buah eksotis dan lezat dari pasar, dari pasar pinggir jalan saat mobil saya melintas. Saya selalu ingin membantu orang-orang ini juga. Mereka hanya memiliki penutup plastik kecil, lembaran plastik di atas kepala mereka, dan mereka menjual buah-buahan mereka sendiri di jalanan. Jadi, saya selalu merasa sangat bersimpati dan saya membeli banyak dari mereka. Dan saya juga membeli beberapa makanan vegan dari pasar sebelumnya. Jadi, saya memberikannya ke klinik itu, di bagian resepsionis. Jadi, saya bertanya kepada dokter, selagi saya masih bisa berbicara, saya berkata, “Dokter, apakah anda menikmati makanan dan buah-buahan yang saya beli?” Dia bilang, tidak, terima kasih, tetapi dia belum bisa memakannya karena dia belum mendapatkan suntikan insulin untuk diabetesnya. Saya berkata, “Oh, maaf, tapi anda bisa memakannya nanti.” Dia berkata, “Ya, hanya setelah saya menyuntik insulin, barulah saya bisa makan.” Dan saya bertanya, “Anda harus menyuntik diri sendiri hari ini?” Dia menjawab, “Ya, setiap hari, setiap hari.” Saya bertanya, “Tapi bagaimana anda melakukannya? Di mana anda menyuntikkan semua itu setiap hari?” Dia berkata, “Ya, hari ini tepat di area pusar.”

Ya Tuhan! Saat mendengar itu, saya melompat dari kursi dokter gigi ke lantai dan pergi ke tempat dekat pintu di mana dia berdiri dan sedang menyiapkan segala sesuatunya. Saya memeluknya, saya memeluknya dan air mata saya mengalir deras. Saya berkata, “Ya Tuhan! Dokter malang, anda sakit parah seperti ini dan anda masih harus bekerja setiap hari dan bahkan mengurus istri dan anak-anak anda.” Saya tahu dia sudah punya dua anak. Saya berkata, “Ya Tuhan, betapa beratnya hidup anda! Saya sungguh turut prihatin.” Dan dia berkata, “Tidak apa-apa, saya sudah terbiasa. Ini seumur hidup, tak bisa dihindari.” Saya berkata, “Ya Tuhan, saya berharap suatu hari nanti para ilmuwan medis akan menemukan obat yang berbeda dan lebih baik, atau cara penerapan obat yang lebih baik sehingga anda tidak perlu menderita seperti ini setiap hari.” Saya berkata, “Saya tak membayangkan saya bisa menanggungnya jika saya menjadi anda.” Lalu dia berkata ke saya, “Oh, tolong, naiklah ke kursi Anda sekarang, kalau tidak, Anda bisa jatuh.” Maka saya naik ke kursi itu, masih menangis di dalam hati juga.

Beberapa tahun setelah itu, saya mengadopsi insan-anjing saya, sudah saya ceritakan kepada kalian. Dan yang ini, namanya, saya tidak mau menyebutkannya, jadi sebut saja dia T-Y. Awalnya, namanya bukan itu, tetapi dia agresif, jadi saya mengganti namanya agar dia menjadi lebih lembut, tetapi itu tidak membantu. Setelah dia mengalami masalah diabetes ini, saya cek dan menemukan bahwa dia telah melakukan semua tindakan agresif ini – menggigit orang dan insan-anjing lain dan semua itu – sehingga ia memiliki karma buruk hingga menderita diabetes; jika tidak, dia tidak akan mengidapnya. Alasan dia ingin mengidap penyakit diabetes ini, maksud saya penyakit ini, hanyalah karena dia ingin membantu insan-anjing lain, hewan peliharaan lain, insan-hewan lain yang akan mengidap diabetes, dan manusia yang juga mengidap diabetes agar mengetahui metode tanpa jarum yang telah disebutkan tadi! DIA MENYADARI KEINGINAN SAYA DAN INGIN MEMBANTU MEWUJUDKANNYA, UNTUK MENYENANGKAN SAYA!!!....

Ya Tuhan! Saya hampir pingsan. Saya berkata, “Ya ampun, kamu begitu kecil, kamu tak perlu melakukan ini. Kamu tidak perlu melakukannya! Dan kini, saya merasa sangat sedih. Saya merasa sangat sedih karena kamu harus sangat menderita, dan sekarang kamu bahkan tidak bisa melihat ke mana kamu pergi. Ya Tuhan! Kamu tak tahu betapa sedihnya aku.” Saya memohon kepada TUHAN, “Tolong alihkan semua karmanya ke saya. Saya tidak ingin dia menderita. Dia hanyalah (insan-)anjing. Tolong bantu.” Tapi TUHAN tidak mengizinkan itu, karena itu adalah kehendaknya sendiri, kehendak bebasnya sendiri. Ya Tuhan! Banyak (insan-)hewan juga berkorban untuk membantu manusia yang peduli kepada mereka, atau teman-teman hewan mereka dan manusia lain yang baik hati. Ya Tuhan! Beberapa manusia juga turun ke Bumi, dengan niat, dengan kesediaan untuk menderita dalam berbagai cara, untuk membantu manusia lain, untuk membuat para ilmuwan menemukan obat bagi manusia lain yang menderita penyakit yang sama, misalnya seperti itu. Kita berutang segalanya kepada semuanya. Hanya saja kebanyakan dari kita tak menyadarinya.

Kalian tahu, dia sangat mulia, dan saya seharusnya memujinya dan menghargainya, tetapi melihatnya menderita dan ketakutan seperti itu, saya merasa sangat hancur. Saya berharap bisa menanggung semuanya untuknya. Kita manusia, lebih mudah mencari berbagai hal, melupakan rasa sakit, atau saya lebih mudah untuk bicara pada dokter. Jadi saya berkata kepada TUHAN, tolong jangan, tolong hentikan itu, tolong, tolong hukum saya saja. Dia hanyalah (insan-)anjing, dia hanyalah (insan-)anjing kecil.” Saya tak bisa lagi membicarakan ini, karena saya merasa tercekik dan sakit di leher. Maksud saya, ini membuat tenggorokan saya tercekik. Kita bersyukur kepada TUHAN atas keberadaan makhluk-makhluk baik hati seperti itu di Bumi kita. Namun sangat disayangkan bahwa kebanyakan manusia tak memahami dan bahkan menimbulkan masalah yang lebih buruk bagi dunia ini sehingga menambah penderitaan bagi sesama penghuni Bumi, baik manusia maupun makhluk lainnya.

Saya berharap informasi saya bisa membantu banyak insan-hewan peliharaan kalian, apa pun jenisnya, siapa pun yang bisa menerapkannya akan merasa lebih nyaman. Jika kalian memiliki, misalnya, insan-kucing kecil, kalian tidak akan memiliki cukup ruang di kulitnya untuk memberikan obat dengan jarum suntik setiap hari, sekali atau dua kali sehari. Maaf, saya terlalu emosional, terlalu emosional. Saya hanya berharap yang terbaik untuk kalian, semoga TUHAN berbelas kasih kepada kalian, dan kalian berbelas kasih kepada diri sendiri untuk menjauhi semua zat beracun yang baru saja saya sebutkan sebelumnya, yaitu daging insan-hewan, narkoba, alkohol, rokok, dan sebagainya. Kalian tahu, kalian tahu. Oke. Saya akan sedikit menenangkan diri. Baiklah.

Kalian tahu planet kita tidak miskin. Planet ini sangat, sangat kaya akan segala jenis logam, segala macam hal bermanfaat di seluruh planet ini, dan ada cukup makanan untuk memberi makan banyak planet – jika kita tidak menggunakan uang kita untuk saling membunuh atau menghancurkan hutan, sungai, lautan, dengan segala macam racun, akibat memelihara insan-hewan untuk dibunuh sebagai makanan. Saya tidak punya cukup waktu untuk memberi tahu, untuk menyebutkan semua hal yang seharusnya tak pernah kita lakukan terhadap planet ini. Kita harus saling menjaga, saling mencintai seperti sebuah keluarga. Kita punya begitu banyak bahan untuk dimakan, untuk digunakan, untuk hidup lama, sehat, bahagia, dan tercerahkan. Tapi kita menggunakannya dengan terlalu banyak cara yang salah dan berbeda. Kalian tahu segalanya. Saya tidak ingin lagi terlalu banyak membicarakan hal-hal negatif. Lagi pula apa gunanya? Saya tak tahu berapa banyak yang mendengarkan. Baiklah. Cobalah untuk menjadi baik, murah hati, penyayang, berbelas kasih, penuh kasih, dan ramah. Maka semua hal terbaik yang TUHAN berikan kepada umat manusia dan semua makhluk, akan dapat kalian nikmati, untuk diri sendiri, keluarga kalian, anak-anak kecil kalian, cucu-cucu kalian, dan seterusnya. Segala hal buruk yang kalian lakukan untuk menyakiti orang lain akan berbalik menyerang kalian. Jika bukan sekarang, maka setelah kehidupan ini atau kehidupan berikutnya. Kita tidak akan pernah bisa lepas dari konsekuensi perbuatan tidak penuh kasih yang kita lakukan.

Tolong, TUHAN, bantulah semua makhluk di planet ini. Dan kami mencintai-Mu. Mungkin cinta itu terlalu tipis, terlalu sedikit, tapi mereka memang berusaha. Karena mereka terlalu sibuk – mereka telah disibukkan dengan begitu banyak hal mendesak untuk bertahan hidup, TUAN. Tolong maafkan kami. Tolong cintai kami. Tolong maafkan kami. Tolong, kami tidak menginginkan planet seperti ini lagi di mana kami harus bereinkarnasi lagi. Jadikanlah setiap tempat sebagai Surga, TUAN, ciptakanlah Bumi baru, dunia baru, aturan baru. Terima kasih, TUAN. Terima kasih, Orang Tua Tunggal dari semua makhluk. Semoga Engkau juga selalu dalam keadaan baik, TUAN. Amin.

Photo Caption: “Tersenyum untuk Mencerminkan Kebahagiaan Batin”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (3/3)
1
Antara Guru dan Murid
2026-09-24
1684 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-09-25
1183 Tampilan
3
Antara Guru dan Murid
2026-09-26
862 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-09-28
358 Tampilan
Ringkas
2026-09-28
214 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-09-28
417 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-09-28
2158 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-09-27
349 Tampilan
Serial Multi-Bagian Prediksi Kuno tentang Planet Kita
2026-09-27
640 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-09-27
810 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-09-26
868 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh