Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya

Jelajahi Sifat Penuh Kasih dan Cerdas dari Insan-Hewan melalui Pertemuan-Pertemuan Maha Guru Ching Hai (Vegan): Bagian 3 dari Seri Multibagian

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut

Di gunung, Saya punya (insan-)tikus kecil. Hari pertama saya datang, Saya tidak melihatnya. Tapi saya pikir pasti ada beberapa (insan-)tikus atau sesuatu di sekitar rumah, jadi saya memberikan roti di sekitar rumah dan lalu semuanya telah hilang, pagi berikutnya. (Insan-)burung juga memakannya. Dan kemudian keesokan harinya, dia datang, dan berkata halo. Ia tiba-tiba muncul entah dari mana dan berdiri tepat di sana, dan mengibas-ngibaskan ekornya. (Insan-)tikus jenis apa yang mengibas-ngibaskan ekor[nya]?

Manusia memuja insan-anjing mereka. Anda bermain dengan mereka, tertawa bersama mereka, merasakan kesetiaan hangat mereka. Dan semua orang tahu bahwa momen istimewa ketika insan-anjing melihat seseorang yang mereka cintai dari jauh dan ekor mereka mulai dikibaskan dengan penuh semangat dan sukacita. Tapi ini dia satu rahasia kecil menyenangkan: bukan hanya insan-anjing saja yang mengungkapkan kebahagiaan dengan tarian ekor yang riang. Tunggu sampai Anda bertemu insan-tikus kecil yang benar-benar mempercayai Anda. Ekor kecil mereka mulai bergoyang seolah-olah melukis kebahagiaan melalui udara, mengirimkan percikan kecil kebahagiaan ke segala arah. Insan-tikus peliharaan kibaskan ekor ketika mereka merasa bahagia dan aman, tapi tahukah Anda apakah sepupu liar mereka lakukan itu juga? Di saat-saat kebaikan, insan-tikus liar mungkin mengibaskan ekornya sebagai cara halus untuk katakan, " terima kasih", ungkapkan rasa terima kasih, suatu pengingat kecil namun menyentuh bahwa bahkan makhluk terkecil pun dapat menyampaikan sukacita dan apresiasi. Cerita ini berasal dari Maha Guru Ching Hai (vegan)…

Master: Dan saya beri tahu, bahkan (insan-) tikus mengibaskan ekor mereka. Ada dua (insan-)tikus lahir di dapur saya. Saya pernah beri tahu ini kepada para murid saya, tapi karena Anda tanya, saya akan beri tahu kalian lagi. Ada dua (insan-)tikus kecil lahir di dapur kecil saya, dahulu kala. Mereka dilahirkan di bawah tumpukan kayu yang saya gunakan untuk perapian, dan tak ada yang tahu mereka ada di sana. Lalu suatu hari, asisten saya menyingkirkan kayu tersebut untuk membersihkan bagian bawahnya, dan mereka menemukan dua (insan-)tikus dan tanya apa yang harus dilakukan, “Guru, apa yang harus dilakukan?” Ada dua (insan-)tikus dan mata mereka bahkan belum terbuka, Mereka harus diapakan? Haruskah kita menyingkirkannya? Saya berkata, “Tidak, tidak, tidak, biarkan saja mereka di sana, karena mereka tidak berdaya saat ini, mereka bahkan tidak melihat ke mana mereka akan pergi. Anda tidak bisa memindahkannya. Biarkan saja mereka. Kembalikan kayunya ke tempatnya sampai mereka menyingkirkan diri, sampai mereka membuka mata dan orang tua mereka bisa merawat mereka dengan lebih baik, lalu kita akan lihat, Mereka akan pergi sendiri, lalu kita bisa bersihkan kayu bawah itu.” Jadi, beberapa lama kemudian sewaktu saya sedang duduk di dapur sedang mengerjakan sesuatu, dua (insan-)tikus kecil itu keluar dari bawah area pepohonan. Mereka keluar, menatap saya, menyatukan kedua kaki depan mereka dan ekor mereka bergoyang-goyang lebih cepat daripada insan-anjing saya. Mereka menatap saya dan mereka​ mencicit seperti itu, mengibaskan ekor dengan sangat cepat. Saya belum pernah lihat (insan-)tikus menggoyang ekor dalam hidup saya. Ini kali pertama saya melihat itu. Mereka mengibaskan ekor dan menyatukan kedua tangan mereka, menatap saya penuh kekaguman. Ya TUHAN, mereka sangat menawan. Dan hanya berkata “terima kasih” atas hidup mereka, mengizinkan mereka tinggal di sana sampai sekarang. Dan tentu saja, saya tahu mereka ada di sana, jadi saya menaruh sedikit roti di bawah kayu di sana untuk mereka di dapur saya. Jadi, setelah mereka membuka mata dan mereka datang menemui saya menggoyangkan ekor dan mengucapkan “terima kasih”. Saya berkata, "Sama-sama." Pertama, saya terkejut bahwa mereka begitu saja keluar tiba-tiba. Saya tak menyangka, jadi saya bilang, “Apa yang kalian lakukan di sana? Kalian seharusnya tidak berada di dapur saya, kalian tahu itu?” Lalu mereka hanya menyatukan tangan mereka dan mengibaskan ekor mereka dan hati saya meleleh, Saya berkata, “Oke, oke, oke, tinggal saja di sana.” Itu sangat, sangat menyentuh, sangat menyentuh karena kasih mereka, Anda bisa merasakannya. Walau Anda ada bermil-mil jauhnya Anda bisa merasakan cinta mereka, hanya cinta dan rasa syukur.

Wow… Sungguh menakjubkan betapa dalamnya kesadaran para insan-tikus kecil itu. Bahkan sebelum mata mereka terbuka, mereka tampak mengenali kebaikan yang ditunjukkan oleh Maha Guru Ching Hai kepada mereka. Insan-hewan membawa sesuatu yang istimewa di dalam dirinya, suatu kualitas yang tenang dan jujur yang berbicara dengan lembut pada siapa saja yang bersedia mendengarkan. Berikut kisah lain dari dunia Maha Guru Ching Hai, kisah tentang bagaimana Dia peduli untuk insan-tikus liar yang tinggal di rumah. Sebagian besar manusia akan mengusir, pasang perangkap, atau menggerutu tentang remah-remah. Tapi bukan Dia, Beliau justru menawarkan kebaikan.

Master: Di gunung, Saya punya (insan-)tikus kecil. Hari pertama saya datang, Saya tidak melihatnya. Tapi saya pikir pasti ada beberapa (insan-)tikus atau sesuatu di sekitar rumah, jadi saya memberikan roti di sekitar rumah dan lalu semuanya telah hilang, pagi berikutnya. (Insan-)burung juga memakannya. Dan kemudian keesokan harinya, dia datang, dan berkata halo. Ia tiba-tiba muncul entah dari mana dan berdiri tepat di sana, dan mengibas-ngibaskan ekornya. (Insan-)tikus jenis apa yang mengibas-ngibaskan ekor[nya]? Dan cuaca sangat dingin di musim dingin, jadi saya keluar [dan] membelikannya sebuah rumah kecil. Dan saya taruh tisu ke dalamnya. Saya tidak tahu di mana dia tinggal. Oh, dia memang mengacaukan sistem air saya, ternyata. Karena ada beberapa tangki air, untuk air, untuk air hujan, dan mereka tertutup dengan kanvas, jadi (insan-)tikus sembunyi di bawah. Jadi setelah singkirkan kanvas itu, saya menyadari bahwa mungkin dia tinggal di sana, karena saya melihat beberapa bukti. Mereka tinggalkan bukti di mana- mana, para (insan-)tikus ini. Pokoknya, lalu, jadi saya berkata, “Baiklah, maafkan saya, Saya telah ambil alih rumahmu, Saya akan membuatkan yang baru, bahkan lebih baik.” Karena meski dia memiliki kanvas, tetapi air hujan, sebagian akan melewatinya. Tapi dia menyukai tempat itu, setidaknya tidak berangin dan tidak basah, biasanya tidak, kecuali jika hujan. Jadi saya belikan dia rumah kecil. lalu masukkan tisu toilet ke dalam. Anda tahu, gulungan tisu toilet, yang ada lubang di tengahnya? Saya hilangkan bagian yang keras, jadi, semua lembut, seperti ini, ya? Seluruh gulungan tisu toilet, saya berikan kepadanya. Saya taruh juga satu cangkir besar. untuk menutupinya, agar tak basah, dan saya taruh itu di dalam rumah. Dan saya menaruh sedikit roti. dan beberapa buah di luar. Saya pikir dia tak akan pernah tahu. apa itu, tapi saya taruh di sana: “Rumah (Insan-)Tikus." Jadi, saya berkata, "Saya harap kau bisa baca bahasa Inggris, bung.” Saya tak melihat dia di mana pun. Saya hanya bicara dengan dia dalam batin. Pagi berikutnya, saya keluar, [dan] semua roti sudah habis, dan semua bukti ada di sana. Lucu sekali, para insan-hewan. mereka sangat lucu, sangat lucu. Saya bisa kasihi mereka selamanya. Saya sangat menyayangi mereka. Mereka tidak mengatakan apa pun. Tapi mereka bersungguh-sungguh saat mereka mengasihi Anda.

Sekarang, kita akan segera dengar kisah Sai Sai. sang insan-angsa liar. Jika sudah baca The Noble Wilds, yang ditulis oleh Maha Guru Ching Hai, Anda mungkin sudah mengenalnya. Cantik? Tentu saja. Anggun? Tentu saja. Tapi jangan biarkan keanggunannya membodohi Anda, Sai Sai juga garang ketika menyangkut pada perlindungan keluarganya dan mereka yang dicintainya.

Master: Sai Sai sering membuat saya takut. (Benarkah, Guru?) Tentu saja, karena mereka punya bayi. (Ya.) Pada saat itu, mereka memiliki telur, orang tua yang protektif. Tapi dia tak pernah menggigit saya, Dia tak pernah. Dia hanya lakukan hal-hal yang macho seperti ini, “Hati-hati, kawan, hati-hati.” Tapi kemudian, tak pernah menggigit. saya mendekat sekali. Bahkan saat mereka memiliki bayi, saya sudah sedekat ini, mereka tidak melakukan apa pun. (Menyenangkan, ya.) Hanya sekali, ketika saya coba mengambil tongkat kayu itu dari sang betina, lalu dia memanggilnya, dan lalu dia terbang kembali dengan semua bulu mengembang dan berkata, “Apa yang terjadi?” Saya bilang. “Tidak, tidak, saya hanya ingin membantu, ini salah paham, hanya ingin membantu.” Dan seketika itu juga, dia tenang lalu ia pergi ke air, pergi berjaga-jaga lagi. Dia bahkan tidak tinggal untuk menakuti saya lagi. Hanya dua detik.

Sifat protektif Sai Sai meluas jauh melampaui keluarganya sendiri; dia juga menjaga yang lebih lemah. dan yang lebih rentan.

Master: Saya sudah ceritakan kisah nyata. Misalnya, suatu kali saya melihat ibu (insan-)bebek yang sangat protektif pada anak-anak bebeknya dan lalu agak mengganggu burung coot lainnya atau semacamnya. Dan saya sangat terkejut dan merasa sangat terganggu, saya tak punya siapa pun di sekitar sana. Jadi saya bicara pada Sai Sai, “Lihat, kamu lihat itu? Kamu lihat apa yang dia lakukan? Itu sangat buruk, bukan? Bagaimana dia bisa melakukan itu?” Lalu seketika dia busungkan dada, terbang ke bebek di sana dan berputar-putar di sekitarnya dan seperti memarahinya. Tapi, dia tidak melakukan apa pun padanya. Dia hanya menegurnya begitu saja. Lalu dia terbang kembali pada saya, di sebelah saya dan merasa macho. Hal-hal berkaitan dengan pengawal. Dia sangat imut, sangat imut. Dia memahami semuanya. Saya tak bicara Prancis dengannya. Dia berada di Prancis. Saya bicara Inggris. Dia memahami semuanya, langsung. Dan di malam hari, saat saya berkemah di sana… Itu sebenarnya bukan berkemah. Pada awalnya, itu hanya satu atap di atas kepala saya. Lalu cuacanya sangat dingin. Saya tidak percaya. Siang hari semuanya baik, indah dan cerah. Saat itu musim semi, saat itu sangat menyenangkan dan cerah. Saya pikir saya bisa tahan dengan kantong tidur. Wah, dingin sekali, sangat dingin. Namun dia tidak pernah, sekali pun, meninggalkan air, hanya sesekali untuk mengecek keluarganya. Saya tidak tahu cara dia bertahan. Tapi dia selalu datang ke tenda saya. Bahkan sepanjang malam, saat dia lapar, dia datang. saya yakin ia lapar sepanjang malam

Atau mungkin rotinya terlalu praktis dan enak, Saya tidak tahu. Setiap dia datang, sepanjang malam. Dan lalu saya akan rasakan bahwa ia datang. Saya tahu itu, [meskipun] dia tidak mengatakan apa pun. (Insan-)angsa bisu itu tidak berkata apa pun. Tapi saya tahu dia akan datang, dan saya bangun dan beri dia makanan. Kemudian, saya terlalu lelah. Saya berkata, “Saya meletakkannya di sini, semuanya. Kamu makan sedikit demi sedikit. Jangan habiskan sekaligus, Kamu akan sakit perut, oke?” Dia mengerti. Dia akan datang dan langsung ambil satu atau dua potong sekaligus. Mereka cantik. Saya bisa berbicara tentang (insan-)satwa selamanya.

Dari dunia insan-satwa, kami berharap manusia bisa melihat kami apa adanya kami yang sebenarnya. Kami merasakan cinta dan sedih. Kami bermimpi, kami takut, dan berharap, seperti Anda juga.” Jadi tolong… cintai kami, lindungi kami, dan memilih cara hidup penuh welas asih yang tidak membahayakan siapa pun. Saat memilih gaya hidup vegan, Anda memilih kebaikan untuk setiap makhluk, dari tikus berjanggut terkecil hingga makhluk tertinggi dan paling bangga yang berjalan di Bumi ini.
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
43:04
Berita Patut Disimak
2026-07-04
8960 Tampilan
1:20

Hati Emas

424 Tampilan
Ringkas
2026-07-04
424 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-07-04
307 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-07-04
666 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-07-03
628 Tampilan
40:01
Berita Patut Disimak
2026-07-03
196 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh