Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
“Maka itu, jika umat manusia terus lakukan tindakan pembantaian ini—membantai baik insan-hewan maupun sesama jenis kalian—kami akan menarik diri dari Shambhala. Nubuat kuno menyatakan: 'Di Akhir Zaman, Raja Shambhala akan memimpin para prajurit-Nya untuk berperang demi Bumi.' Tapi pertempuran itu semata-mata ditujukan untuk orang yang benar! Jika kalian terus menyakiti makhluk hidup dan sesama manusia, kami akan menghapus nubuat ini!”
Seperti yang telah kita bahas di episode sebelumnya, Yang Terkasih Maha Guru Ching Hai (vegan), diramalkan sebagai Buddha Maitreya (vegan) dan Raja Shambhala. Oleh karena itu, Beliau adalah “Panglima Tertinggi” dari para pejuang Shambhala yang cinta damai yang mengikuti Beliau untuk melawan kekuatan gelap dengan Kasih dan pengabdian tanpa pamrih. Sejak tahun 1992, Guru telah memberikan nasihat inspiratif kepada seluruh anggota Asosiasi kami tentang bagaimana kita harus bersikap selama masa pergolakan yang luar biasa ini.Tidak lama lagi, banyak di antara Anda, sebagian besar dari Anda, atau bahkan Anda semua harus jadi pemimpin di lingkungan Anda, memimpin umat manusia menuju cara berpikir baru, cara hidup baru. Kita hrs tunjukkan teladan cemerlang akan pengorbanan dan cinta sejati. Jadi, terlepas dari semua rintangan kecil dalam latihan meditasi Anda atau dalam kehidupan sehari-hari Anda, terlepas dari suasana hati Anda, frustrasi Anda, emosi pribadi Anda, dan kemarahan, ketakutan, kesedihan, kita harus terus maju dengan cita-cita yang lebih besar, dengan tujuan yang lebih baik dan lebih mulia. Kita harus selalu mengingat tujuan mulia ini, dan melupakan duri-duri kecil, kerikil-kerikil kecil, dan batu-batu kecil di sepanjang jalan.Kita harus memakai sepatu besar, bot besar, dan berjalan di atas duri. Sepatu bot besar pelindung ini adalah tekad kita untuk berbuat mulia, untuk melayani dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan, dalam hadapi ujian keberanian dan iman. Kita harus menjadi lebih hebat dari yang kita bayangkan. Kita harus jadi lebih baik daripada apa yg kita harapkan dari tetangga. Kita harus berkorban lebih daripada yang bisa kita tuntut dari tetangga, atau orang terdekat kita, rekan2 kita. Hanya dengan cara inilah kita dapat tunjukkan pada orang lain cara jadi mulia, cara berkorban, mengasihi.Kita harus berkorban dengan cara yang begitu alami, dalam siklus yang berulang, sampai kita melakukannya tanpa sadari bahwa kita sedang berkorban, sampai kita berkorban tanpa berpikir bahwa kita sedang berkorban, sampai kata “pengorbanan” tidak berarti apa pun bagi kita sama sekali karena kita lakukan hal-hal dengan cara yang begitu alami dan otomatis. Hanya dengan visi dunia seperti itulah kita dapat menjadi salah satu planet terkemuka di alam semesta ini. Hanya dalam visi seperti itulah kita tidak perlu pergi ke Nirvana. Kita harus selalu mengingat visi ini, dan menjadikan dunia kita surga.Untuk saat ini, perkembangan spiritual warga di permukaan Bumi masih belum menyamai perkembangan spiritual Kerajaan Shambhala, Kerajaan misterius itu tetap dijaga ketat dan terlarang bagi dunia luar. Banyak yang mencarinya, tetapi hanya sedikit yang berhasil. Sebagai contoh, orang-orang telah memperhatikan fenomena aneh di sekitar Gunung Kailash, yang berdekatan dengan Shambhala.Di antara banyak misteri yang kelilingi Gunung Kailash, mungkin yg paling menarik adalah kisah2 yang berkaitan dengan waktu. Para peziarah dan segelintir penjelajah yang berani memasuki wilayah tersebut telah kembali dengan cerita-cerita yang aneh. Penuaan dini, legenda yang paling umum: 12 jam yang dihabiskan di dekat gunung setara dengan 2 minggu waktu normal. Anekdot tentang pertumbuhan rambut dan kuku yang tidak biasa.Apakah ini distorsi waktu atau hanya produk dari ketinggian, cuaca ekstrem, dan kekuatan sugesti? Bagi seorang peziarah, waktu yang dipercepat bisa menjadi metafora, transformasi seumur hidup yang dipadatkan menjadi periode singkat. Saat kita memandang Gunung Kailash, satu ciri langsung menarik perhatian kita: Bentuknya. Ini sebuah piramida yang hampir sempurna. Sisi utara, timur, selatan, dan baratnya tampak sejajar dengan arah mata angin. Simetri ini telah memunculkan salah satu teori yang paling kontroversial. Beberapa peneliti berpendapat bahwa gunung tersebut adalah piramida buatan manusia raksasa yang dibangun oleh peradaban kuno yang tidak dikenal. Para pendukung menyatakan bahwa lapisan2 yg berbeda tersebut tampak seperti susunan balok dng permukaan halus dan bergaris geometris. Terdapat dugaan bahwa gunung dan punggung bukitnya membentuk diagram kolosal, bahkan berfungsi sebagai pusat dan sumber kekuatan dari sistem piramida global. Bahkan ada klaim bahwa bagian dalamnya berongga, dipenuhi dengan ruangan dan lorong yang berisi sarkofagus para pembangun kuno atau makhluk lain. Distorsi waktu dan medan magnet yang tidak biasa disebabkan oleh sebuah perangkat yang beroperasi jauh di dalam.Dianne Robbins, seorang komunikator telepati dan penulis asal AS, mengungkapkan detail-detail menakjubkan melalui kontaknya dengan peradaban di Pusat Bumi.Semua planet berongga dengan lubang di kutub utara dan selatan, dan kutub utara serta selatan kita tertutup awan. Dan orang-orang di dalam telah pasang medan gaya elektromagnetik di sekitar lubang tersebut, sehingga pesawat terbang tidak bisa masuk.Nyonya Robbins menyebutkan ada sebuah kota pusat “Shamballa” di dalam Bumi di bukunya "Telos: 1st Transmissions Ever Received from the Subterranean City Beneath Mt. Shasta," Dia menerima informasi telepati dari Adama, Imam Besar Telos, sebuah kota yang konon telah ada di bawah Gunung Shasta selama sekitar 12.000 tahun.“Kota penguasa di dalam Bumi Bagian Dalam disebut Shamballa.” Letaknya berada tepat di tengah planet, dan dapat diakses melalui lubang di kutub utara atau selatan planet ini. Aurora borealis dan australis yang kita lihat di langit sebenarnya adl pantulan dari Matahari Pusat Bagian Dalam Bumi, yang berasal dari inti bumi yang berongga.Terdapat lebih dari 120 Kota Bawah Tanah yang terletak di dalam kerak Bumi. Kota-kota Cahaya ini tidak jauh di bawah permukaan Bumi. Secara keseluruhan, kota-kota ini disebut Jaringan Agartha. MAKHLUK DALAM BUMI adalah makhluk yang sangat berevolusi yang hidup di permukaan bagian dalam Bumi Berongga. Mereka sebagian besar adalah jiwa2 yang telah mencapai tingkatan spiritual tinggi yang memilih untuk lanjutkan evolusi mereka di bagian terdalam Bumi karena kesempurnaan kondisi yang ada di sana.”Adamas gambarkan gaya hidup makhluk2 di Bumi Bagian Dalam.“Bumi Berongga adalah sebuah Surga, dengan pegunungan tinggi dan anggun yang menjulang ke 'langit'; serta danau dan lautan yang luas, jernih, dan bersih dipenuhi dengan kehidupan. Di Bumi Berongga, pola makan masyarakatnya benar-benar vegetarian, dan orang-orangnya sehat, kuat, dan bugar. Mereka pun mengisolasi diri dari populasi permukaan, meskipun mereka datang dan pergi dari Bumi dengan bebas menggunakan pesawat ruang angkasa yang disimpan di Pelabuhan Antariksa di dalam Bumi. Jadi, meskipun mereka berada di dalam Bumi, mereka memiliki kebebasan dan kesehatan, serta kelimpahan dan kedamaian – semua komponen kehidupan yang diperlukan yang selama ini kalian dambakan di permukaan.”Yang Terkasih, Maha Guru Ching Hai, juga menegaskan sifat baik dan gaya hidup warga yang tinggal di dalam Bumi.(Guru, akankah orang2 yang tinggal di bawah tanah suatu hari nanti naik permukaan utk hidup, atau akankah itu tak pernah cukup aman utk mereka?) Nah, itu tergantung pada umat manusia, manusia di planet ini, di permukaan. Oke? Jika kita menjadi lebih baik hati, lebih murah hati, lebih cinta damai, mungkin mereka akan datang dengan sendirinya. Namun, sudah banyak dari mereka sudah bolak balik. (Wah!) Mereka datang dan pergi, tapi tak banyak dari mereka yang ingin datang dan tinggal bersama kita.Dunia kita terlalu tercemar bagi mereka dan terlalu kejam. Mereka sepenuhnya vegan. (Wah!) Mereka tidak menyukai perang. Mereka menyukai (insan-)hewan. Mereka saling mencintai. Mereka sama sekali berbeda dari kita. Itulah sebabnya mereka tidak bisa datang dan tinggal lama di atmosfer permukaan planet kita yang sangat kasar ini. (Ya, Guru.) Kita harus percepat dan membaik, dan kemudian mereka akan datang. Atau kita bisa datang kunjungi mereka.Namun, hingga saat ini, masih terdapat kesenjangan yang sangat besar antara gaya hidup di bagian luar Bumi dan di bagian dlm Bumi. Sebagian besar populasi di luar Bumi belum mengadopsi pola makan vegan yang penuh kasih sayang. Pada Mei 2026, seorang anggota Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai kami (semua vegan) menerima pesan peringatan dari Raja Shambhala.Saat aku merenungkan Shambhala dalam hatiku, Raja Shambhala muncul dan berkata, “Aku memiliki suatu hal yang sangat penting yang ingin kusampaikan kepadamu kepada umat manusia.” Saya menjawab dengan hormat, “Wahai Raja Shambhala, sampaikanlah petunjuk-Mu.”Wajah-Nya memerah karena marah saat Dia menyampaikan pesan kepada penduduk Bumi: “Selama berabad-abad, Shambhala telah menjaga planet ini; namun kini, kita cepat mendekati titik di mana kita tidak lagi mampu pertahankan peran sebagai penjaga ini! Bumi adalah dunia dengan keindahan yang luar biasa, sangat layak untuk kita cintai dan lindungi; Namun, manusia yang saat ini mendiami planet ini tanpa ampun menghancurkannya!“Kebaikan hati kita bukan untuk orang jahat!” Jika kita tetap teguh pada tekad kita untuk melindungi Bumi, tampaknya kita justru membantu kekuatan yang menghancurkannya!” “Kedamaian, keindahan, dan keadilan planet kita adalah apa yang kita lindungi, namun umat manusia tetap tidak bertobat, menganggap remeh berkat-berkat Surga.” Kita tidak bisa terus melindungi orang-orang yang begitu kejam!”“Maka itu, jika umat manusia terus lakukan tindakan pembantaian ini—membantai baik insan-hewan maupun sesama jenis kalian—kami akan menarik diri dari Shambhala. Nubuat kuno menyatakan: 'Di Akhir Zaman, Raja Shambhala akan memimpin para prajurit-Nya untuk berperang demi Bumi.' Tapi pertempuran itu semata-mata ditujukan untuk orang yang benar! Jika kalian terus menyakiti makhluk hidup dan sesama manusia, kami akan menghapus nubuat ini!”“Bukan berarti kami menolak untuk memenuhi nubuat itu; melainkan, kalian manusia sama sekali tidak memiliki Keadilan Surgawi dan Jalan Surga!” Jika kita terus mendukung orang-orang seperti itu, itu sama saja dengan mendukung dunia kegelapan!”“Oleh karena itu, Shambhala akan menyampaikan peringatan terakhir kepada penduduk Bumi!” Misi awal kami adalah untuk menjaga keseimbangan energi Bumi; Namun, jika Anda tidak mengindahkan nasihat Maha Guru Ching Hai untuk segera mengadopsi pola makan vegan, kita akan kehilangan keseimbangan energi di Bumi ini!”“Shambhala—sebuah sudut dunia yang begitu indah—ada untuk menginspirasi umat manusia akan kerinduan akan Surga. Namun, Bumi telah menjadi begitu tercemar sehingga kita akan terpaksa meninggalkannya!”“Seperti yang Anda ketahui, karena tidak mampu bertahan di atmosfer yang brutal ini, banyak planet di dalam Bumi telah mengungsi dari Bumi; Ini juga berfungsi sebagai evakuasi pencegahan sebelum kehancuran Bumi. Jika kalian tetap mengonsumsi daging (insan-hewan) dan berperang, kalian tidak akan lagi menerima perlindungan kami; kami akan meninggalkan kalian dan pergi!”“Bukan berarti kami menolak untuk berjuang untukmu; melainkan, kau sendirilah yang dengan rela menyerah pada kehinaanmu!” Kami akan berangkat untuk lindungi planet-planet berharga lainnya. Kami mendesak Anda untuk bersikap dengan bermartabat!”Jika kita, warga bumi, ingin terus hidup di planet ini, sangat penting bagi kita semua untuk mengadopsi pola makan vegan yang beradab dan meninggalkan kebiasaan makan daging yang biadab. Kami berterima kasih kepada Raja Shambhala atas peringatan-Nya yg tepat waktu, yang menggemakan bimbingan dari Guru Agung kami yang Tercinta, Ching Hai. Semoga kita semua memperhatikan nasihat mereka yang berharga dan bijaksana, sehingga suatu hari nanti kita dapat bertemu dengan makhluk-makhluk tingkat tinggi dari dalam Bumi, memperluas cakrawala kita untuk mencakup alam eksistensi yang lebih luhur.










