Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya

Kasih Sang Guru – Pilihan dari 'Permata Spiritual' oleh Baba Sawan Singh Ji (vegetarian), Bagian 1 dari 2

2026-07-27
Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Acara hari ini merayakan ulang tahun Hazur Baba Sawan Singh Ji Maharaj (vegetarian). Dengan senang hati kami mempersembahkan kutipan dari Surat 21 dari “Permata Spiritual” karya Hazur Maharaj Baba Sawan Singh Ji, (vegetarian), yang menjelaskan bahwa seorang Guru menunjukkan cinta dalam segala bentuk untuk membantu para murid menempuh jalan keselamatan, dan bahwa makan daging insan-hewan merugikan kemajuan spiritual.

Surat 21

“Saya ingin menegaskan bahwa saya memiliki tingkat cinta dan kasih sayang yang sama terhadap setiap anggota Persaudaraan, seperti seorang ayah kepada anak-anaknya; Kedua, menurut ajaran R. S., dosa dan kelemahan jiwa dipandang oleh Sang Guru dengan cara yang sama seperti tukang cuci memandang kotoran pada kain. Dia peduli pada kainnya dan terutama pada kotorannya. Tujuannya untuk membersihkan kain tersebut dengan cara tertentu, baik dengan metode lembut menggunakan sabun atau dengan metode kasar dan cepat yaitu memukulkan kain ke lempengan batu. Itu tergantung pada kehendak-Nya.

Dengan cara yang sama, Sang Guru bertujuan reformasi para murid-Nya dan sembuhkan mereka dari kebiasaan buruk dan perbuatan jahat mereka agar roh mereka dapat bersinar dalam kemurniannya. Dia menentukan jalannya kehidupan. Di awal Dia menunjukkan kesalahan kita dengan lembut dan penuh kasih. Jika ini gagal, maka Dia mengambil jalan yang kurang lembut, dan jika itu pun tidak mencapai tujuannya, maka Dia terapkan tindakan drastis. Singkatnya, dia bertekad merubah.

Untuk jelaskan hal ini lebih lengkap, Sang Guru mula-mula mencoba menyucikan kita dgn ceramah²-Nya. Jika ini gagal, maka Dia akan menggunakan sabun kemiskinan, kesulitan, dan penyakit. Jika hal² ini tidak memenuhi tujuan, maka Dia akan melahirkan kembali murid itu. Dia tak akan beristirahat sampai Dia membawa roh murid-Nya kembali ke Sumbernya. Biarpun murid meninggalkan-Nya, bersikap bermusuhan terhadap-Nya, atau ingin menyakiti-Nya, Dia tak akan mengurangi usaha-Nya.

Saya sudah membaca laporannya — Mereka tak tersinggung denganmu. Mereka berharap agar Anda dan orang lain, seperti mereka, berhenti konsumsi makanan hewani dan telur sepenuhnya. Mereka tak memandang kata² Anda dgn buruk, dan Anda pun seharusnya tidak, karena jika kita keliru dan orang lain menjelaskannya pada kita, kita tidak berhak untuk marah. Dalam hal ini, satu-satunya jalan adalah mengakui kesalahan kita dan mengatakan bahwa kebiasaan memaksa kita mengulanginya. Tak pantas berada dlm posisi salah dan kemudian bersikap tidak sabar. Seharusnya mereka lebih lembut dan penuh kasih sayang. Namun mereka tak bisa disalahkan untuk itu. Mereka luangkan lebih banyak waktu berlatih daripada Anda, menghindari makanan hewani, serta memiliki tingkat mentalitas yang lebih tinggi. Dalam keadaan seperti ini, seorang umat secara alami menjadi berani dan agresif. Ini bukanlah kesombongan, meskipun dipandang demikian oleh orang lain.

Seorang umat seperti itu berharap setiap orang melakukan hal yg sama seperti yang dilakukannya. Namun ini bukanlah tahap kesempurnaan. Seiring perkembangan jiwa, ia menjadi lebih lembut dan tenang. Oleh karena itu, ketika mereka mendaki ke tempat yang lebih tinggi, mereka akan menjadi lebih tenang dan lebih sabar. Apa yg mereka lakukan pada dasarnya benar, dan terlebih lagi, saya rasa Anda tidak terlalu patut disalahkan dalam hal ini karena Anda jauh dari jemaat kami, tidak mengetahui aturan Persaudaraan, hanya membaca tak lebih dari 'Wacana' dan tidak menyadari kemurnian Perkumpulan ini. Saat Anda memperoleh pengetahuan dan kembangkan praktik spiritual, Anda takkan keberatan bahkan jika dua puluh orang mencela Anda. Hati yang dipenuhi kasih tidak dapat menampung amarah. Hati Anda belum dipenuhi dengan kasih. Jadi cobalah untuk meluangkan sedikit lebih banyak waktu setiap hari untuk latihan spiritual; secara bertahap, Sang Guru akan mengabulkan semuanya untuk Anda.

Anda menulis bahwa — memiliki pendapat yang sama. Keluhannya sama dengan keluhan Anda. […] Itu sama tidak menyenangkannya baginya seperti halnya bagimu. Kesalahan ini ada pada Anda semua. Menurut saya sudah sepatutnya Anda memperbaiki kesalahan Anda yang harus disalahkan dalam hal ini. Dia menyimpang dari prinsip²nya. Anda hanya mengikuti teladannya. Seandainya dia bertindak sesuai dengan prinsipnya, Anda bisa mendapatkan manfaat dari teladannya. Biarlah masa lalu berlalu.

Namun saya harus menekankan bahwa makanan hewani, meskipun hanya sebutir saja, merugikan kemajuan spiritual. Bagaimana dengan makan? Mereka yang membantu membunuh juga bersalah. Anda mengatakan memakan telur tidak seburuk menghancurkan hati. Keduanya sama-sama buruk. Namun, patah hati dapat disembuhkan oleh cinta; Namun, hewan yang telah mati tidak dapat dihidupkan kembali.

[…] Sudah saya katakan bahwa pengulangan Nama-Nama Suci tidak boleh dilakukan untuk mencapai tujuan duniawi. Ini tidak berarti seperti yang Anda pahami. Artinya, kemajuan spiritual adalah tujuan tertinggi dan semua upaya kita harus diarahkan pada tujuan tersebut. Jika kita korbankan seluruh dunia untuk itu, itu tidaklah berlebihan. Oleh karena itu, mengalihkan energi kita dari tujuan tertinggi ini dan menggunakannya untuk hal-hal duniawi bukanlah hal yang tepat. Ketika kita meminta hal-hal duniawi dari Tuhan, kita akan mendapatkannya, tetapi kemajuan rohani kita akan terhambat. Seandainya kita mengarahkan energi kita untuk kemajuan spiritual, kita akan menuai manfaat yang lebih besar. Para Orang Suci tingkat tertinggi tidak pernah meminta apa pun yang fana.”
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Antara Guru dan Murid
2026-07-28
456 Tampilan
33:16
Berita Patut Disimak
2026-07-27
16 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-07-27
845 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-07-26
4741 Tampilan
36:34
Berita Patut Disimak
2026-07-26
305 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh